Cerita-Cerita Ajaib

Kita telah memasuki pertengahan bulan Ramadhan [1429 H]. Kalau kita bertadarus Al Qur’an dengan target selama sebulan khatam, kita telah sampai di antara surat ke-12 sampai ke-20 dalam Al Qur’an. Sebuah hadist menyebutkan bahwa Al Qur’an ini adalah hidangan [ruhani] dari Allah untuk kita. Menariknya, dalam rangkaian surat-surat di atas kita disuguhi beberapa menu cerita-cerita penuh kejaiban. Dalam surat al kahfi ayat 9 disebutkan, “bahwa para penghuni gua dan benda bertulis termasuk tanda-tanda (ayat-ayat) Kami yang ajaib ?.” [Terjemahan Yusuf Ali, The Holy Qur'an]

Kenapa kejaiban ? Orang tertarik dengan cerita. Cerita mudah melekat pada pikiran orang. Cerita tentang sesuatu yang ajaib membuat orang lebih tertarik. Tetapi, cerita ajaib dalam Al Qur’an tidak sekedar untuk membuat tertarik. Sesuai dengan fungsinya [Al Qur'an sebagai kitab petunjuk, bukan buku cerita], cerita berfungsi untuk membimbing manusia. Abul Hasan An Nadwi menafsirkan rangkaian kisah dalam surat Al Kahfi sebagai sebuah kritik terhadap kebanyakan sikap manusia yang mengukur banyak hal dari sudut materialisme. Tirani materialisme menghalangi orang untuk beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Memandang kehidupan semata-mata sebagai kehidupan dunia, yang penting adalah dunia ini, tidak ada urusan dengan sisi ruhani dan akhirat, tidak percaya dengan hidup ukhrawi, semua berporos pada dunia ini (materi) adalah watak materialis. Bahwa tujuan kebahagian hanyalah kebahagian materi, dunia atau ekonomi adalah cita-cita materialis. Cerita-cerita ajaib membantu kita memahami hakikat kenyataan hidup. Ukuran-ukuran materialis tidak selalu bisa diandalkan. Ada peran-peran Ilahi dalam kehidupan. Ada Masya Allah, La Quwwata Illa biLLah. Ada kehendak Allah berlaku, tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah. Ada hal gaib, di luar yang empiris. Dan bahwa kehidupan setelah dunia adalah keniscayaan.

Perhatikan kisah Ashhabul Kahfi. Cerita terkenal. Mereka tertidur selama tiga ratus tahun (ditambah sembilan tahun), kemudian mereka dibangunkan kembali. Menurut beberapa pendapat, tiga ratus tahun syamsiah sama dengan tiga ratus sembilan tahun qamariah. Sungguh ajaib. Yusuf Ali, mengutip pendapat Edward Gibbon penulis The Decline and Fall of Roman Empire, menyebutkan cerita ini terkenal sebagai cerita tujuh pemuda (nasrani) dari Ephesus sekitar 250 Masehi.

Sebelum kisah para pemuda gua ini, ada peristiwa ajaib sebelumnya yang disebutkan dalam surat Al Isra. Peristiwa isra dan mi’raj. Dalam semalam Rasulullah Muhammad diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudia mi’raj ke langit. Peristiwa ini telah menginspirasi sastra Eropa. Divinia Comedia, karya Dante, tonggak sastra Eropa menurut Miguel Asin [dikutip dari Yusuf Ali] dipengaruhi oleh kepustakaan tentang mi’raj Rasulullah. Meskipun secara sewenang-wenang, Dante menempatkan Rasulullah pada posisi rendah dalam karya sastranya.

Setelah kisah pemuda gua, kita disuguhi cerita Zakaria, Maryam dan Isa (Yesus) di surat Maryam. Zakaria mendambakan keturunan. Tetapi rambutnya telah dipenuhi oleh uban. Istrinya mandul. Kehendak Allah berlaku, istrinya yang mandul kemudian hamil dan mereka mendapatkan Yahya sebagai anaknya. Ibrahim juga mendapatkan kejaiban yang serupa pada masa-masa sebelumnya. Kehamilan Maryam adalah keajaiban. Tanpa disentuh oleh seorang lelaki pun. Kehendak Allah berlaku. Kelahiran Isa putra Maryam adalah keajaiban. Dia bisa berbicara saat bayi. Hidupnya selanjutnya juga dipenuhi oleh keajaiban, mukjizat dari Allah. Menyembuhkan orang berpenyakit kusta, menghidupkan orang mati. Masya Allah, La Quwwata Illa biLLah.

[Delapan Belas Ramadhan 1429 H]

Catatan
Buku Abul Hasan An Nadwi, Faith and Materialism. Terjemahan Indonesia oleh Mizan tahun 80-an sudah susah dicari. Tetapi excerpt, potongan bab-nya bisa dilihat di google.books.

Kalau berminat untuk membaca bukunya Gibbon bisa diunduh dari http://www.gutenberg.org/etext/733 atau http://ebooks.adelaide.edu.au/g/gibbon/edward/

Dalam film Passion of Crist, Nabi Isa sebutannya adalah Yesua [bahasa latin -kah ?]. Dalam bahasa Inggris Jesus. Dalam bahasa arab ‘Isa. Ada korelasi kan ?].

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s