Posted on 27 January 2009 by Budiman
Sukarno : Me-muda-kan Pengertian Islam
Semasa pembuangan Sukarno di Endeh, Flores dan di Bengkulu minat Sukarno terhadap Islam semakin meningkat. Bukan berarti pada masa-masa sebelumnya Sukarno tidak pernah bicara mengenai Islam, tetapi intensitas pemikirannya pada masa-masa pembuangan ini terhadap Islam sangat tinggi. Dari Endeh ia melakukan surat menyurat dengan A. Hasan di Bandung. Oleh A. Hasan [...]
Filed under: Wacana | Tagged: Islam dan Modernisasi, m. natsir, membudakkan pengertian islam, memudahkan pengertian islam, memudakan pengertian islam, Pembaruan Islam, Sukarno | 2 Comments »
Posted on 19 January 2009 by Budiman
Tahun 1999 lalu Yusuf Qaradawi pernah datang ke Indonesia. Ketika itu masa-masa menjelang perhelatan politik, pemilihan presiden. Dalam ceramahnya di masjid Al Azhar, Yusuf Qaradawi menyebutkan kenangannya ketika dua puluh lima tahun sebelumnya ia datang ke Indonesia untuk kali yang pertama. Ketika itu dia disambut oleh Muhammad Natsir, pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Dalam ceramahnya [...]
Filed under: Wacana | Tagged: Capita Selecta, m. natsir, Mohammad Natsir, Pembela Islam | Leave a Comment »
Posted on 12 January 2009 by Budiman
Antara Barat dan Timur
Antara tahun 1935-1936, dan kemudian 1939, di Indonesia (Hindia Belanda ketika itu) terjadilah apa yang kemudian disebut sebagai polemik kebudayaan. Polemik ini bermaksud untuk mencari bentuk atau wajah bagi konsep tentang Indonesia. Bermula dari tulisan Sutan Takdir Alisjahbana mengenai menuju masyarakat dan budaya baru yang membagi periodisasi kebudayaan Indonesia menjadi dua kategori [...]
Filed under: Wacana Peradaban | Tagged: m. natsir, peradaban, peradaban indonesia, polemik kebudayaan, sutan takdir alisjahbana, teori peradaban | 2 Comments »