Kali pertama membaca terjemahan otobiografi intelektualnya Imam Ghazali, al munqidz mina-dhalal, aku menduga krisis yang dialaminya, yang melumpuhkan gairahnya, tersebab karena keragu-raguan atau skeptisisme-nya. Membacanya untuk kali kedua ini ternyata dugaanku salah. Benar bahwa Imam Ghazali menggunakan keraguan sistematis untuk menganalisis pokok-pokok keyakinan yang dimiliki oleh setiap golongan [teolog, kaum bathini, filosof maupun sufi]. Tetapi [...]
Filed under: Wacana | Tagged: al ghazali, sufi | Leave a Comment »