Jaringan Sosial, Menuju Umat Berperadaban (Seri Pemikiran Malik Bennabi)

Bennabi menjelaskan ada dua jenis masyarakat, masyarakat natural(masyarakat primitive) yang tidak mengalami perubahan karakteristik kepribadian; dan masyarakat historis yang mentrasformasi dirinya dalam proses evolutif. Masyarakat natural merupakan masyarakat statis sedangkan masyarakat historis merupakan masyarakat yang dinamis. Masyarakat historis muncul bisa melalui dua jalan, melalui pembentukan elemen-elemen baru atau terbentuk melalui elemen yang ditinggalkan masyarakat sebelumnya yang terdisitegrasi dalam sejarah (melalui proses peminjaman). Berdasarkan sumber historis perubahannya masyarakat sejarah (historis) bisa dibagi ke dalam masyarakat yang kelahirannya terjadi karena respons terhadap tantangan lingkungan alamiah (tipe masyarakat geografis) dan masyarakat yang kemunculannya karena responsi terhadap ide (masyarakat ideologis).

Berdasarkan pembagian di atas, dapat dipahami bahwa masyarakat bukanlah sekedar agregasi individu dalam satu framework sosial atau berdasarkan insting semata-mata. Ada faktor konstan yang independent dari faktor individu-individu yang ada, yang mana masyarakat bergantung kepada faktor itu untuk kelangsungan hidupnya. Faktor konstan itu dapat dipahami dari dua hal berikut, bahwasanya mungkin saja sebuah masyarakat hilang dari sejarah tetapi anggota-anggotanya masih bertahan; juga mungkin terjadi semua individu pembentuk masyarakat hilang dari sejarah tetapi karakter masyarakat itu masih bertahan. Faktor konstan yang menjadi esensi masyarakat itu terjelma dalam bentuk jaringan relasi sosial (social relation network) yang menghubungkan anggota-anggota masyarakat, memberi pertunjuk dan orientasi terhadap aspek-aspek aktivitas individu dalam mencapai fungsi sosialnya, misi dari masyarakatnya.

Dalam kerangka acuan waktu masyarakat merupakan entitas yang bisa berubah. Inilah yang dipandang penting oleh Bennabi untuk mendefinisikan masyarakat secara dialektik, dengan memberikan faktor waktu dan psiko-sosial dalam definisi masyarakat. Berdasarkan hal di atas Bennabi mendefinisikan masyarakat sebagai sekelompok manusia yang terus-menerus mengubah ciri sosialnya melalui pembentukan sarana perubahan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang dicari. Pendefinisian ini memfokuskan pada tiga ciri fundamental berikut : gerak sebagai karakteristik pengelompokan manusia, pembentukan sarana gerakan, dan fungsi/ arah gerakan. Definisi ini menegaskan dua sisi penting dari efek evolutif sebuah group; mungkin ia menjadi bentuk kehidupan yang lebih tinggi (kemajuan dan peradaban) atau sebaliknya terjadi arah balik ke dalam penurunan(keruntuhan dan dekadensi). Masyarakat yang berhenti bergerak akan kehilangan sejarahnya dan menjadi entitas yang tak bertujuan. Kritera yang dapat digunakan untuk menilai masalah kelahiran masyarakat adalah bahwa sebuah perkumpulan manusia mencapai kualitas sebagai sebuah masyarakat ketika dia mulai bergerak; ketika ia mulai merubah dirinya untuk mencapai tujuannya.

Banyak pandangan yang digunakan para ahli dalam memberikan interpretasi terhadap gerak sejarah. Hegel, dengan filsafat idealismenya, menginterpretasikan setiap gerakan sejarah (misal perubahan sosial) melalui prinsip kontradiksi antara tesis dan anti-tesis yang kemudian menghasilkan sintesis; demikian seterusnya. Marx membalik prinsip kontradiksi Hegel ke arah materialisme, faktor ekonomi sebagai basis kontradiksi (interpretasi materilistik terhadap sejarah). Arnold Toynbee, mengajukan teori challenge and response (tantangan dan respon) untuk menafsirkan gerak sejarah. Teori Toynbee ini menegaskan adanya simetri antara stimulasi alamiah dengan kapasitas untuk merespons, ada gradasi dalam tantangan dan respons. Menurut Bennabi, teori Toynbee gagal dalam memahami kemunculan masyarakat Islam.

Bennabi menafsirkan gerak sejarah masyarakat muslim awal melalui atribusi faktor psikologis yang mendorong daya spiritual masyarakat. Dalam pandangan Bennabi, Quran menempatkan kesadaran manusia muslim antara dua limit; janji dan ancaman; artinya kesadaran manusia muslim ditempatkan dalam kondisi yang tepat untuk merespons tantangan yang secara esensial bersifat spiritual. Ancaman/Peringatan adalah batas terendah yang di bawah itu tak akan ada usaha yang efektif; Janji adalah level tertinggi yang di atasnya setiap usaha menjadi mustahil.

Sambil mengutip Guizot, Bennabi menyatakan bahwa sejarah adalah perubahan yang terjadi dalam diri atau lingkungan yang melingkupinya. Sebagaimana sosiologi mengajarkan kepada kita bahwa sejarah merupakan aktivitas kolektif yang kontinyu, yang dibentuk oleh orang, ide dan objek; yang terpahat dalam memori waktu. Produk sejarah merupakan interaksi dari tiga kategori sosial berikut : dunia pribadi/manusia/orang(person), dunia ide dan dunia benda (objek). Setiap aksi sejarah merupakan hasil interaksi antara ketiga dunia di atas. Setiap aksi ini ditentukan polanya oleh arketipe ideologis dari dunia ide, yang diaplikasikan melalui sarana dunia benda, untuk mencapai objektif yang dispesifikasi oleh dunia pribadi/manusia/orang. Tetapi tidak ada aksi sejarah yang dicapai tanpa adanya relasi yang menghubungkan ketiga dunia tadi, dunia keempat inilah yang mengintegrasikan ketiga dunia sebelumnya, Bennabi menyebutnya sebagai jaringan relasi sosial.

Jaringan keterhubungan sosial ini bukanlah efek yang ditimbulkan oleh ketiga dunia yang membentuk masyarakat, melainkan hasil dari pengkondisian dan lingkungan. Tugas pertama masyarakat saat akan melakukan perubahan adalah menyelesaikan jaringan keterhubungannya. Oleh karenanya pembentukan jaringan keterhubungan sosial inilah tugas historis yang pertama dalam kelahiran sebuah masyarakat. Bennabi mencontohkan perjanjian yang dibuat antara muhajirin dan anshar sebagai awal pembentukan jaringan sosial. Dalam konteks pemahaman ini dapat dipahami bahwa sejarah bisa jadi berakhir walaupun sebuah masyarakat kaya akan orang, ide dan benda. Ini dicontohkan Bennabi dengan masyarakat Islam di era dekandensi dan keruntuhan, dimana koefisien kelayakan dijajah muncul di masyarakat. Tidak dapat dikatakan bahwa jaringan itu terbentuk hanya dengan penambahan jumlah orang, benda atau ide. Ketika kita meneliti ketiga dunia ini, kita harus memperhatikan fase evolusi dari masyarakatnya. Konsekuensinya ‘orang’ tidaklah semata-mata individu sebagai sebuah spesies, tetapi ia adalah makhluk kompleks yang membentuk peradaban. Makhluk ini pada dirinya juga merupakan produk peradaban karena ia mengambil darinya ide dan benda. Setiap dunia dalam ketiga dunia itu menuruti formula analitik berikut : Produk Peradaban = manusia + tanah + waktu.

Tugas awal dari proses perubahan sosial dengan demikian adalah melakukan transformasi dari individu menjadi orang (pribadi/person). Ini dilakukan dengan merubah kualitas primer yang menghubungkannya dengan spesies ke dalam kualitas sosial yang menghubungkannya dengan masyarakat. Bentuk relasi antar pribadi ini adalah budaya dalam esensinya. Budaya merupakan iklim yang mencetak kepribadian, terdiri dari nilai dan norma etik dan estetik.

Kekayaan sebuah bangsa tidaklah bergantung pada jumlah benda yang dimiliki, tetapi terkait dengan ide. Kehancuran Jerman pasca perang dunia ke-2 memberikan contoh bagaimana kekayaan ide membangunkan bangsa dari kehancuran. Tetapi keandalan ide sangat bergantung dengan adanya jaringan sosial. Jika jaringan sosial hancur, masyarakat akan mengalami patologi, sebuah ide menjadi tidak efektif. Sebuah peradaban mengalami fase-fase tertentu berdasarkan hal yang mendominasi pribadi manusia; pada awal pertumbuhannya kualitas manusiawi didominasi oleh unsur jiwa, pada fase selanjutnya dominasi nalar dan intelek, pada fase keruntuhan dominasi insting.

Sebagaimana diungkapkan di atas, pembentukan jaringan sosial pada dasarnya melalui muatan kultural , moral. Darimanakah moral bersumber ? Dengan melakukan analisis terhadap kasus kehidupan jahili arab sebelum Islam; (kasus pembunuhan bayi perempuan dan masalah anarki seksual) Bennabi menegaskan bahwa menghilangnya kasus-kasus tersebut tidak dapat dijelaskan secara ekonomis atau psikologis semata; tetapi pengaruh Islam dalam membentuk moralitas-lah yang menghasilkan perubahan itu. Sehingga sumber moral sesungguhnya berasal dari luar; yaitu pemikiran keagamaan. Bennabi lebih jauh menganalisa pengaruh ajaran Kristen terhadap pembentukan peradaban barat modern. Dalam masa awal kelahirannya, ketika ketiga dunia pembentuk masyarakat seperti disebutkan di atas belum lagi terbentuk atau tengah berada dalam kekacauan; agama-lah yang mensintesiskan manusia, tanah dan waktu dalam gerak mewujudkan peradaban. Bennabi mengumpamakan seperti jatuhnya sperma yang membuahi sel telur, yang menghasilkan gerakan mencapai pembentukan bayi yang sempurna. Dalam domain psikologis, agama melakukan pengkondisian terhadap energi vital dalam diri manusia dan memberikan orientasi, membangun kanalisasi yang tepat. Pada domain psikologis ini agama merubah bahan mentah individu menjadi individu yang terkondisikan memasuki masa peradaban.

Sebagaimana telah diungkapkan di atas, jaringan sosial pada esensinya adalah budaya. Budaya sendiri terkait dengan bagaimana manusia satu dengan manusia yang lain dengan penuh keadaban. Sehingga budaya adalah proses mengadabkan. Karena jaringan sosial secara psikologis terkait dengan proses pengkondisian pribadi manusia; maka proses budaya juga merupakan proses pendidikan, atau sebaliknya pendidikan adalah proses budaya, mengadabkan. Karena etika merupakan substansi budaya, agama memiliki peran yang sangat besar membentuk etika. Sehingga proses pendidikan sosial amat terkait dengan agama.

Rujukan :

1. On The Origin of Society, karya Malik Bennabi, IBT, KL

2. Question of Idea in the Muslim World, karya Malik Bennabi, IBT, KL

3. Menuju Dunia Baru Islam, karya Malik Bennabi, Mizan, BDG

[Artikel ini sudah dimuat di www.ukhuwah.or.id]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s