Logika Aktualitas

Gagasan yang benar belum tentu hidup di tengah masyarakat. Gagasan yang salah boleh jadi tersebar dan dipercayai oleh masyarakat. Tersebarnya sebuah gagasan memiliki kaidah tersendiri, terlepas dari kaidah yang mengatur benar atau salah sebuah gagasan. Inilah yang disebut oleh Bennabi sebagai kaidah atau logika aktualitas. Untuk melekat dan efektif dalam sebuah masyarakat gagasan, pemikiran, ide perlu memenuhi kaidah aktualitas ini. Pemikiran bahwa bumi ada di atas tanduk sapi pernah dominan dalam masyarakat Islam dahulu, walaupun pemikiran ini salah. Tentu saja dominasi pemikiran ini adalah terhadap masyarakat pada umumnya, bukan pada ilmuwan.

Bagaimana sebuah gagasan menjadi dominan ? Gladwell dalam Tipping Point [gramedia, 2007] menjelaskan beberapa kaidah bagaimana sebuah gagasan mencapai perluasan. Gagasan bisa menjadi semacam epidemi. Mekanisme penyebaran gagasan bisa dianalogikan dengan epidemi sebuah penyakit. Ada tiga kaidah epidemi. Pertama adalah the law of few, hukum tentang yang sedikit. Pembawa gagasan pada awalnya tidak banyak. Untuk bisa memicu sebuah epidemi sebuah gagasan perlu menemukan orang-orang yang memiliki jaringan sosial luas (connector, orang tipe penghubung), orang yang memiliki otoritas kebijaksanaan (maven) dan orang yang berfungsi sebagai penjual (salesman). Kedua, the stickiness factor, faktor kelekatan. Gagasan itu sendiri memiliki struktur yang mudah melekat. Untuk bisa melekat kita perlu memahami cara kerja pikiran manusia. Salah satu cara berpikir manusia analah berpikir secara naratif. Cerita membuat sebuah gagasan mudah melekat. Ketiga, the power of context. Struktur sosial menentukan efektifitas sebuah gagasan. Penjara memang membuat orang frustrasi. Jumlah anggota yang besar memang membuat kendali organisasi jadi menurun.

Terkait stickiness factor dari sebuah gagasan, Heath bersaudara mengembangkan lebih lanjut bagaimana agar gagasan mudah melekat. Dalam Made to Stick [gramedia, 2008] sebuah gagasan perlu memenuhi SUCCESs untuk bisa melekat, mudah dipahami, tidak mudah dilupakan dan efektif mengubah pemikiran dan perilaku. Simple. Temukan inti dan bagikan inti.Contoh peribahasa. Unexpected. Buat orang memperhatikan. Dapatkan perhatian dengan membuat kejutan, menghancurkan mesin penduga. Pertahankan perhatian dengan menciptakan misteri dan menyentuh kepentingan jangka panjang. Concrete. Buat orang memahami. Bantu orang untuk memahami, mengingat; contoh fabel, buat abstraksi jadi konkret. Temukan kesamaan pada tingkat pemahaman yang sama. Credential. Buat orang percaya. Untuk bisa dipercaya gagasan butuh kredibilitas eksternal; otoritas dan antiotoritas, juga kredibilitas internal; rincian yang meyakinkan, statistik yang mudah dipahamai dan contoh yang meyakinkan. Emotional. Buat orang peduli dengan kekuatan asosiasi, daya tarik kepentingan diri (aktualisasi diri) dan daya tarik identitas. Ingat, jika saya memperhatikan banyak orang saya cenderung diam, tetapi jika saya memikirkan dan memperhatikan satu orang saya akan bertindak. Story. Buat orang bertindak. Cerita sebagai simulasi. Cerita sebagai inspirasi; cerita tantangan, hubungan dan kreativitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s