Bagaimana Presentasi Yang Efektif ?

Karena sehari-hari pekerjaan sering terkait dengan training atau presentasi saya merasakan perlunya belajar presentasi yang efektif. Slide yang biasanya sudah tersedia di kantor biasanya hanya copy paste materi training, jadi tampak tidak indah dan terlalu banyak teks. Sehingga kadang-kadang saya tidak pernah menggunakan slide terlalu banya untuk training. Bagaimana presentasi yang efektif itu ? Berikut penelusuran melalui googling yang didapat.

Gary Reynolds di presentazionzen.com pernah membandingkan satu presentasi Bill Gates dengan satu presentasi Steve Jobs (dari Apple). Pembandingan ini dia dasarkan pada beberapa aturan berikut. Satu, ketahui pesan yang akan disampaikan luar dalam . Pemimpin berpidato untuk mengkomunikasikan visi mereka secara jelas. Dua, hilangkan penghalang untuk komunikasi efektif. Tampilan visual sebuah slide powerpoint bisa menjadi penghalang dan “melukai” pesan yang akan disampaikan. Slide yang terlalu kaya dengan efek-efek visual, terlalu banyak informasi dalam satu slide, banyak clip-art, pilihan warna yang salah; bisa menjadi penghalang. Pada intinya tampilan visual sebuah slide yang kompleks bisa menghalangi pesan yang ingin disampaikan.

Selanjutnya dalam tulisan lain Reynolds menyatakan secara visual sebuah presentasi perlu memenuhi prinsip zen berikut. Simpliciy dan Naturalness. Mengutip Koichi Kawana, Simplicity means the achievement of maximum effect with minimum means. Dapatkan efek maksimum dengan elemen grafis yang minimum. Naturalness, mengekang diri jangan membuat tampilan visual menjadi semakin kompleks. Tidak perlu menggunakan efek visual untuk mengutarakan semua hal. Tidak perlu menampilkan setiap detail. Kombinasikan kata dan citra visual.

Guy Kawasaki, penulis The Art of Start [terjemahan Indonesia oleh Bhuana Ilmu Populer], dalam buku dan blognya memberikan beberapa aturan presentasi efektif. Beberapa aturan yang penting sebagai berikut. Pertama, jelaskan pokok permasalahan di menit-menit awal, jangan terlalu panjang pendahuluannya. Kedua, gunakan skema menjawab pertanyaan “anak kecil” (memangnya kenapa ?) untuk menguraikan tema. Sampaikan statement kita, kemudian ikuti (dalam pikiran) dengan anak kecil yang bertanya (memangnya kenapa ? ), samapaikan jawaban kita , beri penegasan ( biasanya dengan kata awal “misalnya ….”). Ketiga, gunakan aturan 10/20/30. 10 slide. 20 menit. 30 ukuran font, hurufnya. Kenapa 10/20/30 ? Banyak informasi yang diingat terbatas (10 slide sudah cukup). Waktu terbatas (20 menit cukup untuk presentasi dalam satu jam waktu yang disediakan). Kemampuan melihat terutama yang sudah berumur terbatas (ukuran huruf minimal 30 agar terlihat oleh semua umur). Empat, aturan PowerPoint. Latar yang gelap. Sans Serif. Jangan gunakan animasi. Bullet point satu level saja. Gunakan diagram dan grafik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s