Cinta adalah Perbuatan

Ups. Ini bukan iklan politik seperti yang sering kita temui di tv. Ini sekedar refleksi mengenai cinta.

Cinta adalah tindakan. Cinta adalah perbuatan. Oleh karenanya cinta juga adalah pilihan. Apa artinya ? Covey pernah suatu hari didatangi oleh seorang teman yang mengeluh bahwa ia sudah tidak mencintai lagi istrinya. Lalu dijawab, cintai dia. Temannya menjawab, “kan sudah kukatakan aku tidak mencintainya !”. Covey, “karena itu cintailah dia !, karena cinta adalah kata kerja.”

Bagaimana dengan jatuh cinta ? Jatuh cinta adalah sebangsa perasaan. Karena dia perasaan, munculnya juga sporadis. Maksudnya, ketika ada objek yang menarik bisa saja kita jatuh cinta. Jatuh cinta bisa terjadi kapan saja. Tidak pandang usia tua atau muda. Tidak pandang sudah beristri atau belum. Karena jatuh cinta adalah perasaan, menggambarkannya juga sulit. Di luar abstraksi otak kiri kita. Menggunakan ungkapan Sayyid Qutb, laa ya’rifuha illa man dzaqaha. Tidak mengenalnya kecuali mereka yang merasakannya.

Dalam cinta sebagai tindakan, di mana letaknya romantisme ? Romantisme adalah tindakan, kerja, perbuatan. Cerita-cerita romantis, dalam novel atau film, biasanya berhenti pada saat dua insan duduk di pelaminan atau peristiwa tragis yang memisahkan terjadi (kalau genre-nya tragedi). Bagaimana cerita cinta berlangsung pasca akad nikah ? Cerita cinta di sini bukan lagi cerita romantisme cinta, tetapi cinta sebagai tindakan.

Untuk menguasai cinta sebagai tindakan, perlu memahami seninya. Seni Mencinta. The Art of Loving, kata Erich Fromm. Untuk menguasai satu seni butuh pengetahuan dan latihan. Teori cinta mengatakan bahwa cinta adalah aktivitas memberi. Memberi adalah ekspresi tertinggi hidup kita. Memberi memiliki elemen peduli, tanggung-jawab, hormat dan pengenalan. Care, responsibility, respect, and knowledge.

Bagaimana mempraktekkan cinta ? Praktek cinta membutuhkan disiplin, konsentrasi dan kesabaran. Akarnya adalah kebiasaan. Witing tresno jalaran soko kulino, begitu pepatah Jawa mengatakan. Pohon cinta tumbuh dari akar kebiasaan.

Tetapi cinta juga adalah ibadah. Bahkan ibadah kita kepada Allah mensyaratkan kesempurnaan cinta (kamal al hubb) selain kesempurnaan ketundukan dan ketaatan. Ekspresi cinta kita juga merupakan ekspresi ibadah kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s