Motivasi Injeksi

Setelah mengikuti pelatihan motivasi biasanya gairah baru untuk berubah tersulut. Tetapi beberapa waktu, seminggu, dua minggu, sebulan kemudian gairah kembali meredup. Dan kita butuh injeksi motivasi baru. Kita kembali ikut seminar motivatif, kita kembali membeli buku-buku self help, meraih sukses terbaru. Kemudian siklus pun kembali berulang. [Frasa motivasi injektif, pernah saya baca di buku Adversity Quotient]

Mengapa ini bisa terjadi ?

Ibnul Jauzi pada pancingan pembuka dalam bukunya Shaidul Khatir (menurut ustaz Warsito artinya memancing lintasan hati atau lintasan pikiran [judulnya keren ya🙂 ]) merefleksikan masalah yang sama. Kenapa banyak orang yang hadir dalam majlis pengajian mengalami peningkatan semangat, tetapi setelah pulang, kembali ke aktivitas sehari-hari, gairah dan semangat kembail memudar.

Penyebab ? Ibnul Jauzi merenungkan masalah ini kemudian mendapatkan kata kuncinya pada kesadaran. Mereka yang memiliki kesadaran tinggi cenderung untuk mudah menerima nasihat, melekat dan bertahan. Kesadaran diri, pertama adalah pengetahuan diri, mengenai kebutuhan dan pencariannya.

Kata kunci lain, ini hasil diskusi dengan ustaz Warsito, adalah akhlaq. Apakah akhlaq ? Akhlaq adalah sifat atau karakter yang melekat dalam diri kita yang kemunculannya mudah, serta merta dan tidak perlu didorong atau perlu pikir-pikir dulu. Melekat, mudah, spontan, tidak perlu dipikir-pikir, tidak perlu didorong-dorong. Misal, jika tepat waktu dalam sholat sudah menjadi akhlaq; ketika terdengar adzan otomatis seseorang akan mengambil wudhu kemudian berjalan menuju masjid untuk sholat berjamaah. Tidak perlu berfikir lama mengenai manfaat atau urgensi sholat tepat waktu dan berjamaah. Imam Ghazali mencontohkan, seseorang disebut pemurah ketika ada orang yang membutuhkan, secara spontan ia memberikan bantuan (infaq). Belum disebut pemurah kalau dia memberikan tetapi pikir-pikir dulu.

Dari permasalahan motivasi injeksi dan apa yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi dan Imam Ghazali di atas bisa ditarik benang merah berikut. Untuk memutus siklus motivasi injeksi tadi perlu dipikirkan bagaimana melekatkan sifat-sifat baik yang dibutuhkan oleh diri kita untuk mencapai kejayaan menjadi akhlaq, karakter yang melekat. Bagaimana membentuk akhlaq ? Disiplin diri. Berlatih. Mujahadah. Riyadhoh.[Ini kata kunci Imam Ghazali]. Sebelum bisa disiplin diri, kesadaran [pengetahuan] diri perlu diperbaiki [Ini kata kunci Ibnul Jauzi]. Pepatah mengatakan, barangsiapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya. Atau sebaliknya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s