Tazkiyah sebagai Character Building

Kunci mempertahankan sifat, karakter sehingga tidak sekedar mampir sesaat tetapi melekat adalah melatih dan mendisiplinkan diri. Tazkiyah adalah konsep yang bisa digunakan untuk proses tersebut. Sebagaimana diugkapkan oleh Khursid Ahmad, tazkiyah secara literal adalah proses purifikasi, penyucian atau pembersihan diri dari sesuatu yang tidak sehat, tidak disukai dan tidak diinginkan. Pada saat bersamaan, menanamkan dalam diri sesuatu yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan dirinya. Ibarat petani, ada proses menyiangi tanah dari rumput-rumput dan menanaminya dengan tumbuhan yang bermanfaat. Atau dalam salah satu ungkapan [materi mentoring dulu], at takholli ‘anir rodzail wa at tahalli bil fadhoil. Meninggalkan yang tercela dan menghiasi diri dengan yang utama.

Jadi, tazkiyah sebagai character building pada esensinya adalah proses pembersihan dan pengembangan diri. Self purification dan Self development.

Terkait dengan keluasaan cakupan konsep tazkiyah ini, Khursid Ahmad (juga Khurram Murad dalam The Early Hour) memberikan beberapa catatan penting.

Pertama, tazkiyah adalah proses personal. Ini adalah tanggung-jawab pribadi. Pertanggungjawaban yang kita berikan pada hari kiamat nanti adalah pertanggungjawaban pribadi. Sukses atau tidaknya kita di sini dan di sana adalah tanggung-jawab pribadi kita. Tidak ada orang yang memikul beban atau dosa orang lain. Lingkungan hanya memberikan atmosfer dukungan, tetapi pilihan tetap ada pada pribadi kita.

Kedua, tazkiyah adalah proses sepanjang hayat. Bukan kerja part-time. Tidak ada jalan pintas (short-cut) untuk mencapai kejayaan (sukses). Kejayaan dunia dan kejayaan akhirat. Rabbana aatina fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adza bannar. Tetapi memang diri manusia cenderung untuk selalu mencari formula, rumus cepat dan jalan pintas.

Ketiga, tazkiyah adalah proses semua sisi hidup, all-embracing. Suatu hari ‘Umar bin Khatab diceritakan mengenai seseorang yang sangat shaleh. Lalu Umar bertanya, apa kamu pernah hidup dengan dia atau apakah ia tetanggamu ? Bukan, jawab orang itu. Kamu punya urusan finasial (bisnis) dengan dia tidak ? Orang itu menjawab, tidak. Pernahkah kamu bepergian dengan dia (travel) ? Belum, jawabnya. Kamu tidak patut mengatakan dia orang saleh, orang baik, semata-mata karena dia berkata dia telah beribadah dengan sangat panjang di mesjid, kata Umar.

Keempat, tazkiyah adalah proses gradual. Step-by-step. Ini adalah kaidah alamiah. Sebagaimana pewahyuan Quran pun secara gradual diturunkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s