Ego Yang Selalu Gelisah

Jangan berkumpul dengan teman di darat.
Di sana melodi kehidupan berjalan lambat.
Terjunlah ke tengah samudera, lawanlah ombak dan gelombang.
Keabadian adalah kemenangan dalam perjuangan.

……………..

Berapa lama lagi kau akan tetap menggelepar menggelantung di sayap orang ?
Kembangkan sayapmu sendiri dan terbanglah lepas.
Sambil menghirup udara bebas di taman luas.

……………..

Adalah dosa memungut makanan dari tanah;
Bagi bangsa kita,
Tuhan telah membentangkan ruang seluas angkasa.
…………….

Siapa pemilik kata-kata ini ?
Tidak salah ! Dialah Iqbal. Mohammad Iqbal. Penyair legendaris itu.

Ego. Pribadi. Diri. Self.Personalitas. Individualitas. Tema inilah yang digarap olehnya. Pribadi yang diinginkan Iqbal adalah pribadi yang terus bergerak mencapai tujuan, cita hidupnya. Pribadi yang penuh dengan elan vital, energi kehidupan. Bukan pribadi yang menyerah kalah dan menyangkal dirinya sendiri.

Ego. Pribadi penuh gerak, penuh vitalitas. Gerak ego adalah gerak kreatif. Gerak me-reka. Gerak mencipta.
Tak pernah ku membajak pandangan orang. Tak pernah kupinjam mata ‘tuk menatap dunia.”
“Betapa mengena dendang unggas di pagi hari. Sambil betengger di pohon tinggi. Tumpahkan segala gejolak dadamu. Keluh, kesah atau senandung indahmu.”
“Si bebas sibuk karena gairah. Senar hidupnya bergetar selalu dengan nada dan irama baru!”

“Akulah gelisah. Ku membumbung ke langit luas”.
Gerak kreatif itu muncul dari jiwa yang gelisah. Sebuah kondisi ketegangan eksistensial. Ketegangan adalah perlu bagi hidup, tanpanya yang ada adalah kesantaian. Dan santai adalah lawan dari dinamika, lawan dari gerak, lawan dari kreatifitas.

Pembentukan pribadi, ego kreatif ini hanya bisa dilakukan dalam cinta.
Cinta membuatnya lebih abadi. Lebih segar, lebih membakar dan memijar.”
“Wujudku adalah bentuk belum selesai. Cinta telah mengukirku. Dan aku pun menjadi manusia.”


Ada jebakan dalam pertumbuhan pribadi. Ia adalah jiwa pengemis. Jiwa peminta-minta.
“Berapa lama lagi kau kan mengelilingi nyala api orang asing ? Hidupkan baramu sendiri, nikmati betapa hangat ia menyengat.”

……………………
Lautmu tak pernah mengenal taufan atau kawanan Leviathan.
Koyaklah dadanya dengan cara menggelora.
Mengamuklah ke dalam huru-hara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s