Peng-umpan Ide

Siapa yang paling dikenang dalam sebuah pertandingan sepak bola ? Pencetak gol, tentu saja. Pencetak gol ini biasanya adalah striker. Bagaimana gol bisa dihasilkan ? Tentu saja striker tidak bekerja sendirian. Biasanya gol-gol yang dihasilkannya berasal dari umpan-umpan yang diberikan oleh pemain lain. Walaupun tidak setenar para striker, para pengumpan bola itu memiliki fungsi tersendiri dalam sebuah tim.

Organisasi bisa bertahan, kemudian tumbuh karena ada ide, gagasan. Bermula dari gagasan kemudian muncul kegiatan. Dari kegiatan dipanen hasil. Gagasan adalah benih. Hasil adalah buah. Kekayaan sebuah organisasi terletak pada kekayaan gagasan, idenya. Sebagaimana Bennabi pernah mengingatkan kekayaan sebuah bangsa terletak pada kekayaan idenya.

Sama hanya dengan permainan sepak bola, dalam sebuah organisasi tidak setiap orang memiliki kecakapan yang sama. Ada peran-peran berbeda yang dimainkan. Mengikuti analogi permainan sepak bola di atas, dalam sebuah organisasi ada peran pengumpan, ada peran pencetak gol. Karena bola utama sebuah organisasi adalah ide, sebut saja kedua peran itu sebagai peng-umpan ide dan eksekutor ide.

Peran eksekutor ide adalah membuat sebuah ide berjalan. Ide yang bagus jika tidak dijalankan, sekedar menjadi angan-angan. Untuk mengeksekusi sebuah ide dibutuhkan kemampuan untuk mengelola sumber daya yang ada, utamanya sumber daya manusia. Kecakapan eksekutor merentang dari kecakapan sosial sampai kecakapan teknis lapangan.

Peng-umpan ide berperan untuk mengumpan gagasan, ide. Sebuah organisasi tanpa gagasan baru tidak akan dinamis. Tanpa gagasan segar, hanya rutinitas masa lalu yang diulang-ulang, walau terbukti sudah tidak efektif lagi. Meninggalkan apa-apa yang berhasil di masa lalu, adalah kunci strategi. Begitu kata Drucker. Karena apa yang berhasil dulu, belum tentu berhasil sekarang dan mendatang. Gagasan baru, segar dihasilkan dari imajinasi kita. Kecakapan peng-umpan ide terkait dengan analisa dan sintesa.

Tidak ada yang perlu merasa berjasa dalam sebuah tim. Karena sebuah hasil adalah buah sinergi. Mereka yang cakap dalam bekerja, eksekutor, atau orang-orang yang menyukai amal memiliki tempat dan keutamaannya dalam tim. Sebagaimana mereka yang cakap dalam berpikir, berkhayal, berimajinasi juga memiliki keutamaannya. Toh, memang tidak ada orang yang sempurna. Oleh karenanya dibutuhkan tim untuk saling menyempurnakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s