Kunci Kepribadian : Refleksi Terhadap Seri Jenius-Jenius Islam Karya Al Aqqad

Buku itu ibarat teman dialog, bahkan Descartes (yang disebut-sebut sebagai bapak filsafat modern) mengatakan membaca buku itu sama halnya dengan berdialog dengan pemikir-pemikir dari masa kini dan lampau (lihat bukunya : Risalah Tentang Metode). Salah satu kenikmatan hidup adalah nikmat pengetahuan, kenikmatan berjumpa dengan pikiran-pikiran besar yang memberi pencerahan dalam diri kita; bahkan salah satu do’a yang tercantum dalam al Quran adalah do’a agar ditambahkan pengetahuan kepada diri kita (Robbi zidni ‘ilman).

Membaca seri kejeniusan para pahlawan Islam karya Abbas Mahmud Al Aqqad ini memberi kita banyak inspirasi, wawasan yang menarik mengenai kepribadian para pahlawan itu. Tidak hanya wawasan saja, seri ini juga membekali kita dengan konsep-konsep metodologis dalam memahami biografi orang-orang besar dan kejadian-kejadian sejarah.

Abbas Mahmud Al Aqqad merupakan pemikir dan sastrawan Mesir yang besar pengaruhnya. Ia merupakan salah satu guru Sayyid Quthb dalam sastra. Seri biografi ini merupakan seri biografi tokoh-tokoh Islam. Di Indonesia sebenarnya seri ini sudah lama dikenal. Sepengetahuan saya penerbit Bulan Bintang telah menerjemahkan seri biografi ini diantaranya : Keagungan Abu Bakar Shidiq, Keagungan Umar bin Khatab, Kedermawanan Ustman bin Affan, Ketaqwaan Ali bin Abi Thalib, dan Kepahlawanan Khalid bin Walid, serta Fatimah Zahra’ Ibunda Para Syuhada’; yang terbit (kalau tidak salah) akhir tahun 70-an dan awal 80-an. Selain seri biografi ini, Bulan Bintang juga menerbitkan beberapa buku al Aqqad yang lain, seperti Tuhan di Segala Zaman dan Wanita dalam Al Quran. Penerbit Pustaka Mantiq dari Solo juga pernah menebitkan seri ini diantaranya, Keaguangan Abu Bakar, Keaguangan Umar bin Khatab, Keagungan Ali bin Abi Thalib dan Bilal Muadzin Rasul (tahun akhir 80-an dan awal-awal 90-an). Baru-baru ini Pustaka Azzam menerbitkan dengan judul Kejeniusan Abu Bakar, Kejeniusan Umar, Kejeniusan Ustman, Kejeniusan Ali dan satu buku membahas mengenai Husein bin Ali bin Abi Thalib.

Sebenarnya tidak semua seri biografi ini diberi tajuk Abqriyah (kejeniusan), biografi Ustman misalnya diberi tajuk Dzunnurain Ustman, Muadzin Rasul Bilal. Bahkan ada sebuah biografi yang ditulis Al Aqqad mengenai Mahatma Gandi.

Salah satu konsep metodologis yang digunakan oleh Al Aqqad dalam menganalisis kepribadian masing-masing tokoh adalah konsep kunci kepribadian. (dalam Kedermawanan Ustman, tidak ada bab mengenai kunci kepribadian ini). Ia mengibaratkan kunci kepribadian seperti kunci rumah yang bisa membuka semua ruang yang tersembunyi dalam rumah itu. Demikian, dengan kunci kepribadian kita dapat membuka/ memahami tampilan kepribadian yang membedakannya dari tokoh lain.

Para pahlawan Islam itu berakar pada keimanan yang sama, tentu dengan keutamaan mereka masing-masing; sebagaimana disebutkan utamanya keimanan Abu Bakar dibanding para sahabat lainnya. Tapi mereka menampilkan performa, tindakan, kebijakan, karakter, perilaku, kebiasaan, obsesi, sikap dan gerakan yang berbeda. Selain juga karena faktor sifat dasar yang mereka miliki, keluarga dan budaya yang membentuk semua itu; kunci kepribadian masing-masing tokoh berperan besar dalam memahami semua itu.

Demikianlah kita mendapati kekaguman terhadap kepahlawanan sebagai kunci kepribadian Abu Bakar. Disiplin keprajuritan/ ketentaraan menjadi kunci kepribadian Umar bin Khatab, keprajuritan juga menjadi kunci kepribadian Khalid bin Walid. Walaupun memiliki dasar kunci kepribadian yang sama, antara Khalid dan Umar memberi tampilan yang berbeda; Umar dalam bentuk kewibawaan dan keadilan sedang Khalid dalam bentuk ekspansi dan dobrakan. Kepercayaan diri, harga diri prajurit berkuda menjadi kunci kepribadian Ali bin Abi Thalib.

Lapangan yang bisa kita pahami dengan menggunakan kunci kepribadian ini bisa meliputi lapangan sikap, kebijakan, performance juga pemikiran. Lihatlah perbedaan karakter Abu Bakar yang lembut dan karakter Umar yang keras, tapi perhatikan juga bagaimana situasi bisa berubah dalam kondisi yang berbeda. Perhatikan kepercayaan diri Ali di medan perang maupun di medan pemikiran. Lihatlah perbedaan antar Umar dan Khalid bin Walid, walaupun dibesarkan dalam kabilah yang sama, dengan penampilan yang hampir sama (tinggi besar, kekar, pandai berkuda) tetapi lapangan kejeniusan Umar berbeda dengan Khalid. Khalid sangat terkenal dengan kejeniusannya di peperangan-peperangan yang menentukan dalam sejarah Islam. Sedang kejeniusan Umar membentuk keadilan, administrasi dan penantaan khilafah Islam ketika itu.

Topik yang menarik yang diungkapkan Al Aqqad juga adalah mengenai kontras-kontras kepribadian antara dua tokoh; Abu Bakar dengan Umar; Umar dengan Khalid; Utsman dengan Khalifah pendahulunya. Secara fisik Abu Bakar berparas pendek, sedang Umar tinggi besar dengan kepala botak. Kontras antara Umar dengan Khalid. Hal yang juga menarik adalah kontras antara dua wujud perkembangan masyarakat di masa Abu Bakar, Umar dan masa Ustman. Ali. (Sejauh yang saya pahami dari buku mengenai Ustman dan Ali; al Aqqad cenderung mengafirmasi determinasi sosial (perubahan, evolusi masyarakat islam) ketika menjelaskan perubahan bentuk kekhilafahan kepada model kerajaan). Juga kontras antara spirit kedermawanan dan pengorbanan Husein bin Ali dan pragmatisme Yazid bin Muawiyah.

[Sebelumnya dimuat di http://www.ukhuwah.or.id tanggal 24 Maret 2006]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s