Psikologi Perubahan [Pribadi dan Sosial], Pemikiran Malik Badri [2]

Faktor Motivasi/Dorongan Keagamaan Dalam Perubahan Sosial

Malik Badri melakukan studi kasus mengenai prestasi pemantangan terhadap alkohol pada masa Nabi. Ketika itu diriwayatkan khamr mengalir di Madinah. Prestasi ini adalah prestasi besar yang efeknya terasa sampai sekarang. Khamr secara syar’i adalah haram, tetapi lebih dari itu efek sosial dari keharamannya tetap berpengaruh hingga saat ini, di mana dunia Islam saat ini memiliki problem alkoholisme dalam masyarakatnya.

Berhasilnya pemantangan alkohol di Madinah merupakan sebuah contoh proses perubahan sosial. Adalah penting untuk mencari penyebab dari perubahan itu. Ilmu sosial modern barangkali bisa memberikan banyak sekalai analisis, karena menurutnya tidak ada sebab tunggal dari sebuah perubahan sosial. Tetapi kita bisa menyatakan bahwa sebab utama dari perubahan sosial itu adalah islam. Dorongan kegamaan atau motivasi keagamaan menjadi faktor penting untuk perubahan sosial itu. Mengatakan islam sebagai penyebab perubahan tidak berarti kita mengatakannya sebagai sebab tunggal, tetapi karena islam sendiri serba mencakup sisi-sisinya dalam transformasi masyarakat ketika itu.

Untuk memahami proses transformasi sosial itu perlu dipahami karakteristik masyarakat arab jahiliyah. Masyarakat jahiliyah ketika itu adalah masyarakat kesukuan, dengan fanatisme kesukuan yang sangat besar. Moralitas dasar yang mengatur ketika itu adalah pengejaran terhadap rasa bangga kesukuan. Isyarat remeh yang merendahkan individu atau kebanggaan suku bisa membuat pertikaian yang berpuluhan tahun. Sesuatu yang positif, menguatkan kebanggaan suku, akan dijunjung tinggi bahkan berlebihan. Kehidupan kesukuan yang saling mengejar kebanggaan ketika itu membuat rasa tidak aman sosial menjadi tinggi. Kesiapan berperang dipentingkan. Anak laki-laki menjadi andalan, besar dengan kedinginan ayah dan obsesi untuk lekas besar. Anak perempuan jadi tidak berharga bahkan banyak yang dibunuh. Nasib anak laki-laki dan perempuan ini menyisakan trauma psikologis bagi kaum ibu. Struktur keluarga goyah. Pergaulan bebas dan prostitusi hal yang umum ditemui. Masyarakat arab jahiliyah juga memiliki sisi romantisme yang tampak pada syair-syair yang mereka hasilkan. Kemampuan syair adalah kebanggaan. Syair juga bisa menjadi alat untuk menjatuhkan prestise lawan. Syair bisa sangat mematikan bagi individu dan menjadi aib yang melekat bagi sebuah suku. Situasi sosial seperti ini menjadi kondisi optimal bagi tumbuhnya pecandu alkohol. Dan sejarah juga mencatat betapa lekatnya alkohol dalam kehidupan masyarakat jahiliyah ketika itu.

Berdasarkan deskripsi di atas bisa kita memahami bahwa transformasi yang dilakukan islam terhadap masyarakat arab jahiliyah menjadi masyarakat muslim kemudian bukanlah transformasi yang satu sisi, tetapi transformasi menyeluruh. Malik Badri memberikan beberapa analisis terkait dengan peranan islam dalam transformasi masyarakat di atas.

  1. Proses pelarangan secara gradual dan Hambatan Timbal-Balik Kultural (Cultural Reciprocal Inhibition).
    • Proses pelarangan khamr tidak dilakukan secara tiba-tiba. Ada tahapan-tahapan tertentu, proses gradual. Pada awalnya sekedar melakukan sentuhan lembut terhadap masalah khamr di Makkah, kemudian masuk ke tahap afirmasi adanya dosa dan manfaat pada khamr tetapi dosanya lebih banyak ketimbang manfaatnya. Setelah itu masuk tahap pelarangan meminum khamr ketika hendak sholat. Pada puncaknya pelarangan terhadap khamr sebagaimana tercatat dalam surat 5 : 9-10. Proses gradual ini melalui waktu bertahun-tahun, seiring turunnya wahyu.
    • Malik Badri mengembangkan konsep Cultural Reciprocal Inhibition (Hambatan Timbal Balik Kultural), pengembangan lanjut dari teknik terapi reciprocal inhibition, untuk memahami hikmah gradualitas pelarangan khamr. Jika dalam terapi individual terapi reciprocal inhibition dilakukan dengan [pada kasus kecanduan alkohol misalnya] menyuntikkan zat atau sengatan listrik yang menimbulkan mual, sakit kepala saat timbul keinginannya untuk mengonsumsi alkohol. Maka dalam cultural reciprocal inhibition kita bisa membangun analogi serupa untuk transformasi sosial. Analogi yang diberikan oleh Malik Badri adalah sebuah masyarakat (yang terbelakang) mungkin saja menolak nilai-nilai budaya dari peradaban lain, tetapi tidak menolak sisi teknologinya. Seiring dengan penggunaan teknologi itu terciptalah santai semacam terhipnotis secara sosial tanpa perlawanan frontal; tetapi lama kelamaan dosis nilai atau sikap kultural yang dibawa oleh teknologi itu semakin meningkat sehingga terjadilah perubahan kultural dalam masyarakat itu. Demikian pula yang terjadi dengan tahapan-tahapan proses pelarangan khamr, melalui tahapan-tahapan itu resistensi sosial atau ketegangan individu-individu diadaptasikan secara perlahan, sisi-sisi sosial ekonomi diberikan waktu untuk adaptasi dan perubahan, hambatan-hambatan sosial dimunculkan tanpa membuat shock bagi pecandu khamr baru kemudian memuncak pada pelarangannya.
  2. Faktor motivasi intrinsik berupa motivasi keagamaan (yaitu Islam) menjadi faktor utama. Islam pada awalnya tidak menyentuh sisi pelarangan khamr, tetapi pada basis kepercayaan dan nilai masyarakat pagan arab. Penerimaan terhadap Islam membentuk transformasi sosial terhadap masyarakat. Nilai, keyakinan baru merubah internal individ, struktur keluarga dan masyarakatnya.
  3. Persuasi sosial sebuah larangan juga terait erat dengan kohesi masyarakat baru yang terbentuk. Faktor kepemimpinan Rasulullah sangat penting dalam kohesi sosial baru itu. Proses penjagaan terhadap sebuh keputusan (larangan) juga dilembagakan; termasuk dalam hal ini peran yang dimainkan oleh ibadah-ibadah yang disyari’atkan Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s