Sayyid Qutb dan Bennabi Tentang Hasan Al Banna

Menarik untuk memahami bagaimana pandangan dua tokoh yang sempat berpolemik ini terhadap Al Banna. Qutb mengeluarkan tulisan mengenai Al Banna pada tahun 50-an. Sedangkan Bennabi mengeluarkan tulisannya pada tahun 1949, walaupun diterbitkan baru pada tahun 1954.

Sang Jenius Pembangun

Sayyid Qutb menggambarkan Al Banna sebagai seorang jenius pembangun. Bagi Qutb dalam sejarahnya Islam banyak mengenal juru dakwah. Tetapi tidak semua juru dakwah sanggup untuk menjadi pembangun. Juga tidak semua pembangun memilki kejeniusan dalam pembangunannya.

Bangunan besar yang dimaksud Qutb di sini adalah Ikhwanul Muslimun. Ia merupakan manifestasi kejeniusan dalam membangun kelompok, membina organisasi/jama’ah. Dari usrah, ranting, cabang hingg pusat terjelma langkah-langkah pengorganisasian yang jenius. Tetapi bukan hanya aspek luar saja, bangunan dalam lebih halus, lebih kokoh dan lebih menunjukkan kejinuasan sang pembangun. Kejeniusan rohani yang bekerja di alam jiwa, yang mengikat anggota-anggota keluarga, ranting, cabang untuk belajar bersama, sembahyang bersana, rihlah bersama. Kejeniusan dalam menggunakan potensi orang, kelompok dalam satu kegiatan. Membangkitkan rasa keagamaan saja tidak cukup, ini hanya akan memuncul ekstasi keagamaan saja, tetapi tidak membangun. Mempelajari agama secata ilmiah saja tidak cukup, berhenti pada taraf ini justru akan mengeringkan kesegaran, kehangatan dan kesuburannya.Kejeniusan ini juga telah mengumpulkan bermacam tipe orang, mentalitas dan umur dari berbagai latar belakang dalam satu bangunan, persis seperti irama-irama yang berbeda dikumpulkan dalam satu simfoni yang jenius.

Inspirasi yang Merubah Mentalitas Manusia Pasca-Muwahiddun
Bennabi menilai Ikhwan dengan Al Banna sebagai tokohnya dari perspektif teorinya mengenai peradaban, utamanya bagian yang menjawab bagaimana memulai sebuah proses peradaban.Bagi Bennabi persoalannya bukanlah mengenai hilangnya keyakinan terhadap Islam. Keyakinan itu masih ada, yang hilang adalah efikasi keyakinan itu dalam mendorong proses sosial peradaban umat. Iman menjadi individualistik dan terpecah dari lingkungan sosial. Yang dibutuhkan bukanlah membuktikan adanya Tuhan tetapi menghadirkan-Nya dalam kesadaran; memenuhi jiwanya dengan energy. Tugas ini tidak terletak pada teologi. Rekonstruksi teologis sebagaimana dilakukan oleh gerakan Ishlah/Salafiyah Abduh dan murid-muridnya bagi Bennabi tidaklah efektif, karena permasalahannya adalah melakukan transformasi kejiwaan bukan sekedar membuka cakrawala pemikiran.

Dalam penilaian Bennabi misi gerakan Ikhwan pada pokoknya misi Qurani, misi yang memperbaharui diri (transformasi diri), misi aktif dan alat untuk mentransformasi manusia. Melalui Al Banna ayat Qur’an menjadi imperatif yang hidup, mengarahkan inidvidu ke dalam perilaku dan merubah diam menjadi aksi. Abstraksi ilmiah semata tidak mampu mengkatalisasi transformasi radikal dalam faktor sosilogis sebuah sintesis sosial. Al Banna tidak menafsirkan Al Quran tetapi mengilhami kesadaran.

Ilham yang menyadarkan itu kemudian ditransformasikan ke dalam gerakan; mendirikan institusi keuangan untuk mengarahkan(orientasi)  modal, pers yang kuat untuk mengarahkan budaya (orientasi kultural),dan industri untuk membuat dan mengarahkan kerja (orientasi kerja).

Catatan Rujukan
Beberapa Studi Tentang Islam (Dirasat Islamiyah). Qutb, Media Dakwah, Jakarta 1981.
Islam In Histroy And Society(Vocation de L’Islam). Bennabi, Kitab Bhavan.New Delhi. 2006.

Pendapat Bennabi mengenai Al Banna juga bisa dilihat pada kutipan pengantar Anis Matta untuk buku Ceramah-Ceramah Hasan Al Banna, terbitan Era Intermedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s