Transmisi Pemikiran Sayyid Qutb di Indonesia Melalui Terjemahan Buku

Pemikiran Sayyid Qutb sesungguhnya jauh-jauh hari, mungkin bahkan sejak era 50-an dan 60-an, sudah dikenal di Indonesia. Jika pada tahun 2000-an ini kita menyaksikan booming penerjemahan magnum opus beliau, Fi Zhilalil Qur’an secara lengkap, sesungguhnya usaha menerjemahkan zhilal sudah dimulai sejak era 80-an. Menjelang Sayyid Qutb digantung, bahkan pernah terdengar permintaan dari ulama Indonesia untuk mengirim Sayyid Qutb ke Indonesia untuk menjadi juru dakwah. Buya Hamka dalam pendahuluan tafsirnya, Al Azhar juz I, menyebutkan salah satu tafsir yang memberikan pengaruh dalam tafsirnya itu adalah tafsir zhilalil qur’an-nya Sayyid Qutb.

Buku Sayyid Qutb awal yang bisa kita temukan (tentu saja ini masih tentatif) adalah terjemahan buku beliau Al Mustaqbal Li Hadza Dien yang diterjemahkan oleh A. Rahman Zaenuddin, MA dengan judul Islam dan Masa Depan, yang diterbitkan Media Dakwah 1972.  Buku ini juga diterjemahkan dan diterbitkan oleh berbagai penerbit setelahnya. Al Ma’arif menerbitkan terjemahan buku ini melalui versi bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, dengan judul Masa Depan di tangan Islam, 1986. Shalahudin Press, Yogya juga menerjemahkan buku ini pada tahun 1987 dengan judul Islam Menyongsong Masa Depan.

Inilah Islam, terjemahan dari Hadza ad-Dien, sebuah buku yang membahas mengenai karakteristik metodologi perjuangan Islam (yang harus melalui tangan manusia, tanpa menunggu mukjizat) diterbitkan oleh Bina Ilmu (terj, Jamaludin Kafie) pada tahun 1986. Sebelumnya Jamaludin Kafie dengan juga menerjemahkan beberapa karangan Sayyid Qutb (termasuk pengantar Fi Zhialil Qur’an, dan Afrahur-ruh) dan diterbitkan juga oleh Bina Ilmu dengan judul Hari Esok Untuk Islam pada tahun 1982. Media Dakwah juga menerjemahkan buku Hadza ad-Dien ini dengan judul Inilah Dienul Islam pada tahun 1987.Terjemahan awal Ma’alim Fi Thariq, karya mengenai metode pergerakan Islam diterjemahkan oleh A. Rahman Zainuddin 1980, Media Dakwah dengan judul Petunjuk Jalan.

Usaha awal menerjemahkan Fi Zhilalil Quran dilakukan oleh Bey Arifin dan Jamaludian Kafie yang (sejauh yang saya ketahui) menerjemahkan dua juz pertama fi zhilalil qur’an dengan judul Tafsir Di Bawah Naungan Al Qur’an juz kesatu dan kedua. Tafsir ini diterbitkan oleh Bina Ilmu Surabaya pada tahun 1985. Pesantren al Hidayah Sumatra Barat (binaan Buya Malik Ahmad) pada awal tahun 90-an juga menerbitkan juz pertama tafsir Zhilal ini. Pada awalnya sebagai buletin jumat. Setelah lengkap satu juz baru diterbitkan dengan judul Tafsir Al Qur’an, fi zhilalil qur’an juz 1 pada tahun 1992.

Buku lain yang juga diterjemahkan adalah buku Khashaisut Tasawwuril Islam, yang setidaknya diterbitkan oleh dua penerbit Al Ma’arif Bandung, dengan judul Ciri Khusu Citra Islam dan Landasan Dasarnya. Penerjemahan dilakukan oleh Abu Laila dan Muhammad Thohir, pada tahun 1988. Tahun 1990 Pustaka (Salman) Bandung, menerbitkan juga terjemahan buku ini dengan judul Karakteristik Konsepsi Islam (judul yang lebih representatif).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s