Kepuasan Ruhani

Bila hidup kita hanya untuk diri sendiri, terasa hidup ini sempit dan dangkal. Jika kita hidup untuk orang lain, untuk sebuah cita, terasa hidup ini luas dan dalam. Usia (hidup) kita tidak diukur dengan bilangan tahun, tetapi dengan bilangan perasaan. Kita melipatgandakan hidup kita jika hidup untuk orang lain, sesuai kadar perasaan yang kita berikan kepadanya.

 

Kepuasan ruhani yang murni terletak pada ketika  kita bisa memberikan hiburan, kepuasan, kepercayaan, harapan atau kegembiraan kepada orang lain. Ada kalanya sulit membedakan antara menerima dan memberi, setiap kali kita memberi-setiap kali itu pula kita menerima. Bukan karena adanya pemberian balik dari orang lain, tetapi karena munculnya kegembiraan dan kepuasan dalam memberi sebagaimana munculnya kegembiraan dan kepuasan yang diterima orang lain karena aktivitas memberi kita.

 

(Diparafrasekan kembali dari ungkapan-ungkapan Sayyid Qutb)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s